Tiga Kali Sepekan, SDN 10 Penatoi Rutin Gelar TBQ untuk Perkuat Karakter Religius Siswa

Kota Bima, Halo Bima – SDN 10 Penatoi Kota Bima secara rutin melaksanakan program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius peserta didik.

Kegiatan yang dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Untuk Senin dan Rabu, kegiatan TBQ berlangsung setelah jam pelajaran selesai, mulai pukul 13.00 hingga 14.30 Wita. Sementara pada Jumat, kegiatan dilaksanakan mulai pukul 10.45 hingga 11.20 Wita.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Musholla sekolah dan diikuti siswa dari kelas 3 hingga kelas 6. Dalam pelaksanaannya, para siswa dibimbing langsung oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bersama guru pendamping.

Program TBQ tidak hanya diarahkan untuk mengajarkan siswa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana pembiasaan keagamaan di lingkungan sekolah. Secara rutin, siswa diberikan pembinaan secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Bagi siswa kelas 3, kegiatan lebih diarahkan pada pembelajaran Iqro sebagai tahapan dasar untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Sementara siswa kelas 4 hingga kelas 6 mendapatkan materi tajwid dan tartil Al-Qur’an.

Kepala SDN 10 Penatoi Kota Bima, Ardianti, S.Pd., mengatakan TBQ merupakan salah satu program unggulan sekolah yang diarahkan untuk membangun karakter siswa, khususnya dalam aspek keimanan dan ketakwaan.

“TBQ ini adalah program unggulan kami untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa. Kami ingin anak-anak SDN 10 Penatoi tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga lancar membaca Al-Qur’an dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar nilai-nilai yang diberikan kepada siswa tidak hanya berhenti pada pembelajaran di dalam kelas. Karena itu, sekolah berupaya menjadikan kegiatan TBQ sebagai rutinitas yang dapat diikuti siswa secara konsisten.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak ditempatkan dalam satu kelompok berdasarkan kelas semata. Setiap kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok mengaji sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa.

Pembagian kelompok tersebut dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif. Siswa yang masih berada pada tahap dasar mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya, sedangkan siswa yang sudah memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an diberikan materi lanjutan seperti tajwid dan tartil.

Antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan TBQ juga terlihat cukup tinggi. Mereka mengikuti kegiatan mengaji bersama dengan bimbingan guru di Musholla sekolah.

Pihak sekolah berharap kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa. Selain itu, TBQ diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa sejak usia sekolah dasar.

Melalui pembiasaan membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, doa harian dan Asmaul Husna, siswa diharapkan memiliki bekal keagamaan yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

SDN 10 Penatoi Kota Bima berkomitmen untuk terus menjalankan program TBQ sebagai salah satu bentuk pembinaan karakter peserta didik. Program tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan nilai-nilai religius siswa.

Bagikan:
Scroll to Top