Disparbud Kota Bima Gelar Event Lawata Fashion Week, Diikuti 112  Peserta dan 40 UMKM 

Kota Bima, Halo Bima — Event Lawata Fashion Week dengan tema “Pesona Wastra dan Alam Harmoni dan Ekonomi Kreatif” resmi digelar di kawasan Wisata Pantai Lawata, Kota Bima, 12 September 2026.

Kegiatan yang diseelenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima tersebut menjadi ruang promosi kain tenun Bima sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, H. Sukarno, melaporkan  Lawata Fashion Week diikuti sebanyak 112 peserta dari sejumlah kategori fashion.

Peserta tersebut terdiri dari kategori Tenun Bima, Kasual Bima Dewasa, serta Busana Tenun Pria Remaja.

“Selain fashion, kegiatan ini juga melibatkan pelaku UMKM. Ada sekitar 40 stand UMKM yang ikut meramaikan kegiatan,” ujar Sukarno.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bima, H. Sukarno

Menurutnya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan kunjungan 22 peserta Sail to Indonesia yang berasal dari sejumlah negara, di antaranya Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Swedia dan Inggris.

Kehadiran wisatawan mancanegara tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya dan ekonomi kreatif Kota Bima ke pasar internasional.

Sukarno menyebut, Pemerintah Kota Bima menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat. Bahkan, pada 2027 mendatang ditargetkan sekitar 2.000 wisatawan mancanegara dapat berkunjung ke Kota Bima.

Sementara itu, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, yang hadir sekaligus membuka kegiatan, mengapresiasi pelaksanaan Lawata Fashion Week.

Walikota Bima, H. A. Rahman Abidin

Menurutnya, Lawata Fashion Week tidak sekadar menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah dan mengembangkan kreativitas masyarakat.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, desainer, pelaku UMKM hingga komunitas kreatif.

Turis Mancanegara Sail To Indonesia

“Lawata bukan hanya panggung untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga harus menjadi panggung kreativitas,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga kawasan Lawata tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata pantai, tetapi juga sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi kreatif dan promosi budaya di Kota Bima.

 

Bagikan:
Scroll to Top