Kota Bima, Halo Bima – Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin menghadiri kegiatan pelepasan dan khataman Al-Qur’an yang diselenggarakan di SDN 2 Suntu, Kamis, 18 Juni 2026.
Kepala SDN 2 Suntu, Fatimah dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 102 siswa telah dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah menengah pertama. Ia juga menegaskan bahwa momentum khataman Al-Qur’an menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa.

“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan penuh keberkahan, karena putra-putri terbaik telah menyelesaikan salah satu tugas mulia, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bukti komitmen bersama dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia serta mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Sementara itu, Wali Kota Bima, H.A. Rahman H. Abidin mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun sekaligus menuntaskan khataman Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual.
“Ketika ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, maka akan lahir generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus melangkah meraih cita-cita tanpa memandang latar belakang.
“Masa depan tidak ditentukan dari mana kita berasal, tetapi oleh seberapa besar kemauan untuk terus melangkah,” pesannya.
Kegiatan ini semakin bermakna karena H.A. Rahman H. Abidin merupakan alumni sekolah tersebut, yang dahulu bernama SDN 3 sebelum berganti menjadi SDN 2 Suntu. Kehadirannya menjadi inspirasi nyata bagi para siswa bahwa mimpi besar dapat diraih oleh siapa saja yang mau berusaha.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Bima juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, guru, dan tenaga kependidikan yang telah berperan dalam mendidik dan membimbing generasi muda.
“Keberhasilan anak-anak hari ini adalah buah dari doa yang tidak pernah putus, pengorbanan yang tidak pernah dihitung, dan kasih sayang yang tidak pernah berkurang,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian dalam menyiapkan masa depan bangsa.











