Halo Bima – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Bima bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima melakukan pendampingan terhadap kelompok usaha Saleko Due di Kelurahan Dodu, Rabu (25/2/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi mbohi dungga atau sambal jeruk khas Bima agar lebih tertata, higienis, dan aman dikonsumsi.
Pendampingan dilakukan melalui pembinaan langsung kepada anggota kelompok usaha terkait proses produksi yang baik dan benar, mulai dari pengolahan bahan, kebersihan proses pembuatan, hingga teknik pengemasan produk.Ketua TP-PKK Kota Bima Hj. Badrah Ekawati, SE., S.Tr.Keb melalui Ketua Pokja III, Intan Rahmoniar, S.Pi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pokja II dan Pokja III dalam mendorong pengembangan UMKM lokal di Kota Bima.

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian PKK Kota Bima kepada kelompok usaha masyarakat agar mampu menghasilkan produk pangan yang berkualitas serta memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Intan Rahmoniar.
Ia menambahkan, fokus utama pembinaan adalah pada aspek keamanan pangan dan higienitas produk, mulai dari proses pengirisan bahan, pengolahan, hingga tahap pengepakan.
“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi bagaimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Karena itu kami memberikan edukasi mulai dari proses awal sampai produk siap dipasarkan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, TP-PKK Kota Bima juga menyerahkan bantuan berupa botol kemasan kepada kelompok usaha Saleko Due guna meningkatkan kualitas tampilan dan standar produksi mbohi dungga sebagai produk khas daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, Gufron, S.Pd., M.Si menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dinilai mampu menghidupkan kembali usaha masyarakat di tingkat kelurahan.
Menurutnya, pendampingan ini penting untuk memastikan produk pangan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun tetap terjaga kualitas, keamanan, dan kebersihannya.
“Kami memantau langsung proses produksi, mulai dari pengolahan bahan hingga siap konsumsi, agar produk yang dihasilkan sehat, higienis, dan layak dipasarkan,” ungkapnya.












