Kota Bima, Halo Bima — Puluhan petani jagung di kawasan Songgela, Kelurahan Ule, Kota , harus menelan kenyataan pahit setelah tanaman jagung mereka gagal panen akibat diserang hama wereng. Serangan hama berupa serangga kecil menyerupai nyamuk itu terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian.
Ketua Kelompok Tani, Andi Azis, mengatakan serangan hama tersebut terjadi hanya dalam satu malam. Kondisi ini sangat memprihatinkan karena masa panen sebenarnya sudah dijadwalkan sekitar satu minggu lagi.
“Serangan terjadi sangat cepat, hanya dalam semalam. Padahal jagung sudah siap panen dan tinggal menunggu waktu sekitar satu minggu,” ujarnya.
Akibat serangan tersebut, sekitar 50 hektar lahan jagung milik 30 orang petani terdampak dan mengalami kerusakan parah hingga berujung gagal panen. Kerugian yang dialami para petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Yang membuat kondisi semakin berat, sebagian besar petani menjalankan usaha pertanian mereka dengan modal pinjaman dari bank. Kini, mereka harus menghadapi beban utang di tengah hasil panen yang gagal total.
Para petani berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi atas persoalan ini, termasuk membantu membangun komunikasi dengan pihak perbankan agar ada penundaan pembayaran pinjaman atau kebijakan keringanan lainnya.
Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah agar para petani tidak semakin terpuruk akibat musibah gagal panen ini.












