Peduli ASI Kalende, Sejumlah Tokoh Gelar Konser Amal di Uma ILopeta

Kota Bima. Kondisi bangunan bersejarah ASI Kalende yang kian hari makin memprihatinkan, mengundang rasa simpati dari berbagai kalangan.

Kondisi Bangunan Bersejarah, ASI Kalende
Kondisi Bangunan Bersejarah, ASI Kalende

Sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap ASI Kalende, sejumlah tokoh yang terdiri dari Musisi, Seniman, Budayawan, Akademisi dan Wiraswasta Kota Bima menggelar konser amal ASI Kalende untuk menggalang bantuan dari masyarakat.

Kegiatan ini digelar di Uma iLopeta, kawasan Santi Kota Bima, Sabtu malam (06/11).

Konser Amal Asi Kalende di Uma iLopeta
Konser Amal Asi Kalende di Uma iLopeta

Selain musisi lokal seperti Aan DA dan Ox Studio, Konser tersebut menghadirkan juga Maestro Biola Asal Bima, Rudi Biola.

Rudi Biola, Saat konser Amal untuk ASI Kalende
Rudi Biola, Saat konser Amal untuk ASI Kalende

Terpantau oleh media ini, di sela-sela kegiatan turut hadir juga Ketua Dewan Kesenian Kota Bima beserta Anggota, Manajemen Kapal La Hanu, Perwakilan STIT Sunan Giri, Owner Lambo Coffee, Perumda Bima Aneka, Lurah Monggonao, dan Manajer KFC Bima.

Baca Juga6 Fakta Komodo Dalam Pusaran Sejarah Bima oleh Alan Malingi

Budayawan Bima, Alan Malingi, dalam kesempatan itu memberikan sambutan dan menceritakan sedikit sejarah ASI Kalende
“Dalam istilah raja-raja Bima, Kalende berarti perut, perut yang melahirkan para Raja. Itulah filosofi ASI Kalende” Kata Alan Malingi.

Ia pun berharap, ASI Kalende dapat diambil alih oleh Pemkot Bima untuk kemudian dijadikan Cagar Budaya.

Alan Malingi, saat menyampaikan sejarah ASI Kalende
Alan Malingi, saat menyampaikan sejarah ASI Kalende

“Kalau sudah menjadi cagar budaya, maka perawatannya akan lebih terarah dan terukur” pungkasnya.

Di lokasi yang sama, Owner Uma iLopeta, Fitriyati, menyampaikan bahwa Bantuan yang terkumpul ini akan dibelanjakan dengan bahan material untuk kemudian diserahkan ke Yayasan ASI Kalende.

Baca Juga : Meski Terdampak Pandemi, Uma iLopeta Tidak “Memecat” Karyawan

Baca Juga :  Persembahan 1.000 Bendera Dari Nelayan Untuk HUT RI 76

Wanita yang biasa disapa Mama Uni itu juga mengajak semua kalangan untuk peduli terhadap sejarah dan peninggalan pusaka Bima

“Kita wajib ikut andil dalam melestarilan peninggalan sejarah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah” tutupnya.

Bagikan:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *