Halo Bima – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah desa, Ratusan rumah warga, lahan pertanian hingga fasilitas umum dilaporkan terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan intensitas hujan tinggi memicu meluapnya air sungai ke permukiman warga.

“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap hingga masuk ke permukiman warga,” ujar Nurul Huda.
Banjir terjadi di Desa Nggembe dan Desa Rato, Kecamatan Bolo. Air sungai meluap hingga merendam rumah warga, jalan raya serta area pertanian. Di Desa Nggembe tercatat sebanyak 177 rumah terdampak, sementara di Desa Rato sekitar 15 rumah ikut terendam.
“Untuk Desa Nggembe tercatat 177 rumah terdampak, sedangkan di Desa Rato sekitar 15 rumah warga terdampak banjir,” jelasnya.
Selain itu, banjir juga melanda Desa Rade dan Desa Monggo, Kecamatan Madapangga. Sebanyak 34 rumah warga terendam air, disertai genangan di lahan pertanian dan badan jalan yang mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat.
“Lahan pertanian dan jalan raya ikut tergenang sehingga aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas sempat terganggu,” tambah Nurul Huda.
Tidak hanya banjir, bencana tanah longsor juga terjadi di ruas jalan lintas Tente–Karumbu, tepatnya di Desa Waworada, Kecamatan Langgudu. Longsor dipicu oleh tingginya curah hujan yang menyebabkan tanah menjadi labil dan mudah bergeser.
“Material longsor dan pohon tumbang sempat menutup badan jalan sehingga arus lalu lintas tidak dapat dilalui untuk sementara waktu,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Bima saat ini terus melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kepolisian, TNI serta pemerintah desa setempat guna melakukan penanganan dan pendataan dampak bencana. “Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk percepatan penanganan di lapangan,” pungkasnya.












