Kota Bima, Halo Bima – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bima melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan ekstrem desil 1 yang tersebar di 41 kelurahan, Rabu (23/9/2026).
Plt Kepala Dinsos Kota Bima, Rusdhan AR, mengatakan verval dilakukan untuk memastikan data warga sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Data tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan intervensi program pengentasan kemiskinan pada 2027.
“Kami mengunjungi langsung ke rumah warga sesuai data yang dimiliki, kemudian dilakukan pencocokan data secara detail, mulai dari identitas penerima, kondisi tempat tinggal hingga keadaan sosial ekonomi,” kata Rusdhan.
Ia menjelaskan, petugas tidak hanya memeriksa identitas warga, tetapi juga mencocokkan kondisi tempat tinggal dan keadaan sosial ekonomi keluarga dengan data yang tercatat.
Menurut Rusdhan, pemutakhiran tersebut diperlukan untuk meminimalkan kesalahan data sehingga bantuan maupun program pemerintah dapat diberikan kepada warga yang sesuai sasaran.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan apakah data yang tercatat sudah sesuai, baik dari segi nama maupun kondisi sebenarnya. Hal ini penting agar tidak terjadi salah sasaran dalam penyaluran bantuan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan verval, Dinsos melibatkan aparatur, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) dan petugas lainnya.
Rusdhan menyebut, target verval mencapai 2.822 KK atau 9.380 jiwa yang masuk dalam desil 1 dan tersebar di 41 kelurahan. Data tersebut merupakan kelompok non-bansos.
Hasil verval nantinya digunakan untuk pemetaan warga miskin ekstrem sekaligus menjadi bahan bagi pemerintah daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun intervensi program tahun 2027.
“Data ini nantinya dapat menjadi acuan yang digunakan semua OPD untuk intervensi program pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Rusdhan menambahkan, pemutakhiran data tersebut juga diarahkan untuk mendukung target penurunan angka kemiskinan ekstrem di Kota Bima.












