Atasi Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Wali Kota Bima Turun Tangan

Kota Bima, Halo Bima – Menyikapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg, Pemerintah Kota Bima bergerak cepat. Wali Kota Bima memimpin langsung Rapat Koordinasi Khusus bersama jajaran terkait di ruang rapat utama kantor wali kota, Senin (14/07/2025).

Rapat ini dihadiri oleh Sekda, Plt. Asisten II, Kepala Dinas Koperindag, dan Kabag Ekonomi Setda. Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa kelangkaan LPG adalah persoalan serius yang menyangkut hajat hidup rakyat kecil dan tidak bisa dibiarkan.

Baca Juga :  Rotasi Mutasi Perdana Wali Kota Bima, Sekda dan Puluhan Pejabat Bergeser Posisi

“Masalah ini harus ditangani cepat dan sistematis. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, dan besok Pertamina mulai melakukan ekstra dropping LPG 3 kg untuk Kota Bima,” tegasnya.

Wali Kota juga mengungkapkan sejumlah penyebab kelangkaan, seperti permainan oknum pangkalan yang menjual ke pengecer ilegal, lemahnya pengawasan, serta pendataan yang belum maksimal.

Baca Juga :  Wali Kota Bima Lantik Pimpinan Baznas Masa Bakti 2025–2030

Sebagai solusi, Pemkot Bima menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:

✅ Operasi pasar secara berkala untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga LPG

✅ Penguatan pengawasan distribusi, bekerja sama dengan Polres Bima Kota

✅ Razia pengecer ilegal dan pembinaan terhadap pelaku pelanggaran

✅ Pembentukan Satgas Pengendalian Distribusi LPG 3 kg, melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Koperindag, dan unsur wilayah hingga tingkat RT/RW

Wali Kota Bima menegaskan, pemerintah tidak akan ragu memberi sanksi tegas kepada pangkalan yang terbukti berulang kali melakukan pelanggaran, termasuk rekomendasi pencabutan izin.

“Gas 3 kg ini hak rakyat kecil. Kami pastikan subsidi ini tepat sasaran dan tidak dipermainkan. Pemerintah hadir untuk rakyat,” pungkasnya.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, Pemkot Bima optimis kelangkaan LPG 3 kg akan segera teratasi dan distribusinya kembali normal.

Bagikan:
Scroll to Top