Halo Bima – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima dan Dompu mendapat atensi serius dari DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat, anggota DPRD NTB dari Dapil VI (Bima, Dompu, dan Kota Bima), Abdul Rauf segera menyampaikan laporan tersebut kepada Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Tak menunggu lama, Hj Baiq Isvie Rupaeda langsung berkoordinasi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Dalam waktu singkat, Gubernur merespons dan menghubungi pihak Pertamina untuk segera mengambil tindakan nyata atas kelangkaan gas melon di lapangan.
“Alhamdulillah, setelah saya sampaikan laporan masyarakat kepada Ibu Ketua DPRD, beliau langsung menindaklanjuti ke Gubernur. Responnya sangat cepat. Informasi terbaru, Gubernur telah menghubungi Pertamina untuk segera menggelar operasi pasar di wilayah Bima dan Dompu,” ujar Abdul Rauf saat ditemui di Pendopo Bupati Bima, Senin (14/07/2025) malam.
Operasi pasar elpiji 3 kg ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung oleh kelangkaan dan lonjakan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Selain itu, Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda juga telah menginformasikan rencana pelaksanaan operasi pasar ini kepada Bupati Bima Ady Mahyudi, sebagai bagian dari sinergi antara legislatif, eksekutif, dan BUMN dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan distribusi elpiji berjalan stabil dan tepat sasaran, terutama bagi keluarga kurang mampu di wilayah Bima dan Dompu.