Perjalanan Susi Idris Membangun Brand Skincare Lokal Nadiela Glow

Halo Bima – Sebuah usaha sering lahir dari pengalaman pribadi yang penuh perjuangan. Hal itulah yang dialami Susi Idris, pemilik brand skincare lokal Nadiela Glow, yang kini mulai dikenal masyarakat di wilayah Bima, Dompu, Sumbawa, Lombok, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT)

Di balik berkembangnya brand tersebut, tersimpan kisah panjang yang bermula dari pengalaman pahit yang pernah dialami Susi sendiri saat berjuang memulihkan kondisi kulitnya.

Beberapa tahun lalu, Susi mengaku sempat menggunakan produk kosmetik yang saat itu marak beredar di Bima. Produk tersebut kemudian diketahui mengandung merkuri dan telah ia gunakan selama bertahun-tahun.

Alih-alih mendapatkan kulit yang sehat dan cerah, kondisi kulitnya justru semakin rusak.

“Dulu saya pakai produk itu hampir 4 sampai 6 tahun. Akhirnya kulit saya rusak, merah-merah, sering jerawatan dan sulit cerah. Saya sampai stres dan bolak-balik ke klinik kecantikan,” ungkap Susi.

Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani berbagai perawatan untuk memulihkan kulit yang telah rusak. Setelah berkonsultasi dengan dokter, ia disarankan untuk fokus menggunakan pelembap tertentu agar kondisi kulitnya perlahan membaik.

Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih tiga bulan, kondisi kulitnya mulai pulih dan terlihat lebih sehat. Dari pengalaman itulah muncul sebuah inspirasi dalam dirinya.

Susi ingin menghadirkan produk skincare yang aman dan bisa membantu orang lain agar tidak lagi bergantung pada produk berbahaya seperti yang pernah ia gunakan.

“Dari situ saya terinspirasi. Saya bilang dalam hati, saya harus punya produk seperti ini supaya bisa membantu teman-teman lain agar tidak lagi bergantung pada produk yang merusak kulit,” katanya.

Perjalanan membangun brand Nadiela Glow dimulai pada September 2024. Saat itu Susi mulai mencoba membuat sampel produk skincare miliknya sendiri.

Prosesnya tidak mudah. Ia harus melakukan revisi formula hingga tiga kali agar mendapatkan hasil yang benar-benar sesuai dengan harapannya.

Setelah formula dianggap tepat, Susi kemudian mematenkan merek Nadiela Glow dan melanjutkan proses pengurusan perizinan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Desember 2024.

Begitu notifikasi izin keluar, ia langsung memulai produksi perdana. Keputusan yang diambilnya saat itu terbilang cukup berani bagi seorang pengusaha pemula.

Produk Nadiela Glow

“Harusnya kalau pemula mungkin produksi seribu dulu. Tapi saya nekat langsung produksi 3.500 pot. Alhamdulillah tidak sampai dua bulan semuanya habis terjual,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut menjadi titik awal berkembangnya Nadiela Glow hingga mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Bagi Susi, menjaga kepercayaan konsumen merupakan hal paling penting dalam menjalankan usahanya. Ia terus berupaya memastikan produk yang dihasilkan aman dan memberikan manfaat bagi para penggunanya.

Tidak hanya fokus pada bisnis, Susi juga aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial di Bima. Ia kerap membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Baginya, kesuksesan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan semata, tetapi juga dari sejauh mana usaha tersebut mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

Dari pengalaman pahit akibat kosmetik berbahaya, Susi Idris kini justru mampu menghadirkan harapan baru melalui Nadiela Glow, sebuah brand skincare lokal yang lahir dari perjuangan pribadi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berani memulai usaha.

Bagikan:
Scroll to Top