THR Tak Lagi Habis Sekejap, Masyarakat Bima Pilih Investasi Emas

Halo Bima- Tradisi penggunaan Tunjangan Hari Raya (THR) di kalangan masyarakat Bima mulai mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan belanja kebutuhan Lebaran, kini masyarakat cenderung mengalokasikan THR untuk investasi jangka panjang, khususnya emas.

Fenomena ini tercermin dari meningkatnya transaksi emas di PT Pegadaian selama periode Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026. Data internal perusahaan menunjukkan adanya lonjakan pembelian Tabungan Emas secara nasional hingga 137,76 persen, dengan total volume mencapai lebih dari 5,5 ton.

Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian, Kadek Eva Suputra, menyebut perubahan ini sebagai sinyal positif meningkatnya kesadaran finansial masyarakat.

“Terjadi pergeseran perilaku yang cukup signifikan. Masyarakat tidak lagi menghabiskan THR untuk konsumsi semata, tetapi mulai menjadikannya sebagai instrumen investasi, salah satunya melalui emas,” ujarnya.

Di wilayah Bima dan sekitarnya, tren serupa juga terlihat kuat. Deputy Bisnis Area Dompu/Pulau Sumbawa, Mustofa, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap investasi emas terus meningkat dalam setahun terakhir.

“Pertumbuhan saldo Tabungan Emas di Pegadaian Cabang Bima mencapai sekitar 40 persen dibandingkan tahun lalu. Bahkan di Unit Ambalawi, pertumbuhannya lebih tinggi hingga 60 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, peningkatan ini tidak terlepas dari sejumlah faktor, seperti stabilitas harga emas, meningkatnya literasi keuangan, serta kemudahan akses layanan investasi melalui platform digital.

Pegadaian sendiri menghadirkan berbagai kemudahan investasi emas, salah satunya melalui produk Tabungan Emas yang dapat dimulai dengan nominal terjangkau. Selain itu, kehadiran aplikasi digital juga semakin mempermudah masyarakat dalam bertransaksi kapan saja.

Di sisi lain, masyarakat juga mulai memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas tanpa harus menjual aset. Melalui layanan gadai, nasabah tetap dapat memenuhi kebutuhan dana selama Lebaran, sambil mempertahankan kepemilikan emas.

Program gadai bebas bunga yang ditawarkan hingga April 2026 turut menjadi daya tarik, karena memberikan solusi pembiayaan dengan biaya sewa modal nol persen.

Dengan tren positif ini, Pegadaian optimistis budaya investasi emas akan terus berkembang di tengah masyarakat, termasuk di wilayah Bima. Pergeseran dari pola konsumtif ke produktif dinilai menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.

Bagikan:
Scroll to Top