Halo Bima – Hari Buruh Internasional tahun ini menjadi momen yang berbeda bagi warga Desa Nipa, Kecamatan Ambalawi. Di tengah suasana khidmat usai salat Jumat, kebahagiaan terpancar dari wajah para jamaah Masjid Uswatun Hasanah. Harapan yang selama ini mereka gantungkan akhirnya terjawab.
Bukan sekadar penyerahan bantuan, kehadiran Pimpinan Cabang Pegadaian Rasanae, Taufikurrahman, terasa begitu dekat dan menyentuh. Ia tidak datang sebagai tamu formal, melainkan sebagai bagian dari jamaah—berbaur, menyapa, bahkan dipercaya menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat.
Dari mimbar itulah, pesan-pesan ketenangan, kepercayaan, dan kebersamaan disampaikan. Baru setelah itu, bantuan pembangunan masjid melalui program Pegadaian Peduli diserahkan secara langsung kepada panitia dan pengurus masjid.
Bagi warga, ini bukan hanya soal bantuan material. Ini tentang kepedulian yang hadir tanpa jarak, tentang institusi yang tidak hanya berbicara dari balik meja, tetapi turun langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
Proposal yang sebelumnya diajukan melalui Pegadaian Ambalawi, kini menjelma menjadi bukti nyata bahwa harapan yang diperjuangkan dengan tulus tidak pernah sia-sia.
Dalam kesempatan itu, Taufikurrahman juga menenangkan keresahan warga terkait isu yang sempat beredar. Dengan bahasa yang sederhana namun tegas, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kepercayaan dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Sementara itu, Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima/Pulau Sumbawa, Mustofa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pegadaian untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi Pegadaian, membangun tidak selalu tentang angka dan transaksi, tetapi juga tentang merawat kebersamaan, memperkuat nilai gotong royong, dan menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan dalam jangka panjang.
Di hari yang identik dengan perjuangan para pekerja ini, Pegadaian memilih cara sederhana namun bermakna: bekerja dengan hati, dan berbagi untuk sesama.












