Halo Bima – Kondisi jalan lintas Nunggi–Ntoke di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih memprihatinkan pasca banjir yang melanda wilayah tersebut pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Material banjir berupa lumpur, batu, dan genangan air menutupi sebagian badan jalan sehingga mengganggu aktivitas transportasi warga. Bahkan, pada sejumlah titik ruas jalan terlihat menyerupai aliran sungai akibat banyaknya material yang terbawa arus banjir.
Kondisi tersebut membuat kendaraan sulit melintas. Sebagian warga, khususnya dari Desa Ntoke, terpaksa berjalan kaki untuk beraktivitas karena kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melewati jalan yang dipenuhi lumpur dan batu.
Salah satu warga Desa Ntoke, Gunawan, mengatakan kondisi jalan lintas Nunggi–Ntoke saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera dari pemerintah.
“Pasca banjir, kondisi jalan sangat buruk. Lumpur, batu, dan genangan air hampir menutupi seluruh badan jalan. Kami berharap ada tindakan dari pemerintah untuk segera membersihkan dan memperbaiki jalan ini,” ujarnya.
Selain menghambat mobilitas warga, kondisi jalan yang dipenuhi material banjir juga berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi para pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir juga melanda sejumlah desa di Kecamatan Wera, di antaranya Desa Ntoke, Desa Bala, dan Desa Tawali.
Di Desa Ntoke, banjir dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter sempat menutup ruas jalan desa sepanjang kurang lebih 150 meter. Sementara di Desa Bala, banjir setinggi 20 hingga 70 sentimeter merendam 25 rumah warga yang dihuni 25 kepala keluarga atau sekitar 92 jiwa, serta satu fasilitas ibadah yakni Masjid Al Ikhlas di Dusun Radu.
Sedangkan di Desa Tawali, luapan air sungai dan drainase sempat menggenangi ruas jalan lintas Wera–Bima sepanjang sekitar 85 meter dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan kondisi banjir di sejumlah wilayah tersebut saat ini telah berangsur surut. Warga bersama aparat desa juga mulai melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, terutama pada lahan pertanian dan infrastruktur,” jelasnya.












